Kalender Islam

 

Upaya Menghidupkan Syi'ar Islam

 
 
 

ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT

Dinukil dari materi KHI (kalender hijriyyah istemewa)

Seri Adab-adab Islami

  1. Hendaklah menjenguk dengan niat menjalankan perintah Nabi agar bernilai pahala.
  2. Gunakanlah kesempatan menjenguk tersebut untuk memberikan nasihat kepada si sakit tentang hal-hal yang bermanfaat baginya.
  3. Seperti bertaubat, menyelesaikan hak-hak yang belum dipenuhinya, dan yang lainnya.

  4. Ingatkan si sakit agar senantiasa mengingat Allah dalam segala kondisi.
  5. Ingatkan dia agar memperbanyak dzikir dan istighfar, serta tetap menjaga shalat lima waktu. Dan bisa jadi si sakit belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang tata cara thaharah, shalat atau ibadah yang lain dalam kondisi sakit. Maka bila penjenguk punya ilmu tentang hal itu, hendaklah ia mengajarkan kepada si sakit.

  6. Hendaklah penjenguk melihat mana yang lebih bermanfaat bagi si sakit
  7. , apakah lama berada di sisi si sakit atau cukup sebentar saja. Bila ia melihat si sakit merasa senang dan terhibur dengan keberadaannya di sisinya, maka hendaklah ia menahan diri untuk lebih lama bersama si sakit. Namun bila sebaliknya, maka hendaklah ia tidak berlama-lama di tempat tersebut.

  8. Penjenguk dianjurkan duduk di samping kepala orang yang sakit.
  9. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dalam hadits Ibnu Abbas ia berkata:
    “Apabila Nabi menjenguk orang sakit, beliau duduk di samping kepalanya.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad: 536, Shahih al-Adabul Mufrad: 219)

    Do’akanlah si sakit.

    Di antara do’a yang dituntunkan Rasulullah ialah:

    - أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ

    “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb pemilik Arsy yang Agung, agar Dia menyembuhkanmu.”

    Rasulullah mengatakan bahwa jika seseorang membaca do’a ini sebanyak 7 kali untuk orang yang sakit, niscaya sakitnya akan sembuh, InsyaAllah. (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad: 536, Shahih al-Adabul Mufrad: 219)

    - لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    “Tidak mengapa, (sakit itu) akan mensucikan (dari dosa) insya Allah.” (HR. al-Bukhari: 5338)